Senin, 22 Juni 2009

HUTAN PRODUKSI DAN PERMASALAHANNYA DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN




Universitas Lampung

http://lemlit.unila.ac.id/index.php?go=menudua&idmenudua=144

HARI KASKOYO
Jurusan Manajemen Hutan Fakultas Pertanian Universitas Lampung
ABSTRAK
Kawasan hutan produksi di Kabupaten Lampung Selatan seluas 57.476,9 ha (SK Menhutbun
No. 256/Kpts-II/2000) selayaknya dapat memberikan fungsi ganda, tidak hanya fungsi
ekologis tetapi juga memberikan manfaat ekonomis. Sejak era reformasi, sebagian besar
kawasan hutan produksi yang ada di Kabupaten Lampung Selatan tersebut sudah diduduki
dan di rambah masyarakat. Kondisi ini tentu saja sangat memprihatinkan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar kawasan hutan produksi sudah dirambah dan diduduki
oleh masyarakat. Kawasan sudah ditanami tanaman palawija, kelapa sawit, singkong dan
tanaman pertanian lainnya serta tegakan yang tersisa seluas sekitar 4.000 ha berupa tegakan
gmelina dan jati. Selain sudah ditanami tanaman pertanian, di sebagian besar kawasan juga
sudah didirikan bangunan permanen berupa rumah, sekolahan dan perkantoran. Di dalam
kawasan juga sudah banyak dibangun sarana dan prasarana transportasi dan komunikasi.
Semua responden mengetahui bahwa lahan yang diduduki merupakan kawasan hutan dan
mereka dahulu memperoleh lahan tersebut dengan membeli dengan harga berkisar Rp
2.500.000,- hingga Rp 3.000.000,- per 2 ha lahan garapan sedangkan lahan untuk pemukiman
dan pekarangan diberi gratis. Responden bersedia untuk diatur oleh pihak kehutanan apabila
nantinya akan ditertibkan oleh pihak kehutanan.
Keywords : hutan produksi, kawasan, lahan garapan